Suasana tenang dini hari di Tanah Grogot tiba-tiba berubah menjadi kepanikan.
Saat sebagian besar warga masih terlelap, kobaran api muncul tanpa peringatan, melahap sebuah rumah sekaligus toko di kawasan Jalan R.A. Kartini. Dalam hitungan menit, api membesar — dan waktu untuk menyelamatkan diri pun hampir tidak ada.
Di dalam rumah itu, dua nyawa tak sempat keluar.
Seorang nenek berusia 74 tahun dan cucunya yang masih berusia 6 tahun ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam bangunan yang terbakar hebat.
Api Muncul Cepat, Situasi Langsung Tak Terkendali
Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.55 WITA. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan non permanen seluas ratusan meter persegi.
Petugas pemadam yang berada tidak jauh dari lokasi segera bergerak begitu menerima laporan. Namun saat mereka tiba, kondisi sudah jauh dari harapan.
Api sudah terlalu besar.
Prioritas utama langsung dilakukan: mencegah api merembet ke bangunan lain.
Harapan Berubah Jadi Duka
Di tengah proses pemadaman, muncul kabar bahwa masih ada penghuni di dalam rumah.
Petugas pun melakukan pencarian di tengah kobaran api dan asap tebal.
Namun hasilnya memilukan.
Kedua korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam rumah.
Momen ini menjadi titik paling tragis dari kejadian tersebut — ketika harapan untuk menemukan korban selamat berubah menjadi duka mendalam.
Kerugian Besar, Bukan Hanya Nyawa
Selain merenggut dua korban jiwa, kebakaran ini juga menghancurkan:
- rumah sekaligus toko
- sepeda motor
- uang tunai
- dokumen penting
Kerugian ditaksir mencapai angka yang tidak sedikit.
Proses pemadaman sendiri melibatkan puluhan personel dan berlangsung hingga pagi hari.
Dugaan Awal: Masalah Listrik
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik — salah satu penyebab kebakaran rumah yang paling sering terjadi.
Pihak berwenang pun mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing.
Sebuah Pengingat yang Menyakitkan
Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa kebakaran bisa terjadi kapan saja — bahkan saat semua orang merasa aman.
Dan ketika itu terjadi, sering kali waktu untuk bereaksi sangatlah singkat.
Bagi keluarga korban, kejadian ini bukan sekadar berita.
Ini adalah kehilangan yang tak tergantikan.
